Jumat, 22 Juni 2012

Menyedihkan! Reaksi Wajah Anak Miskin Ketika Melihat Sesuatu Yg Tak Mampu Dia Beli :(

Sudah biasa kalau anak-anak kecil sangat suka dengan yang namanya permen, gula-gula, dan makanan yang manis lainnya. Tapi, mereka yang hidup di negara "ketiga" dan dalam kehidupan yang susah, barang-barang yang sangat murah bagi kita pun tidak sanggup mereka beli. Bagi mereka, tidur di tempat yang mempunyai atap nya saja sudah sangat beruntung.

SPG berhati mulia

Sumber :copas dari KASKUS  
ane cuman mau share beberapa kejadian menarik yg bikin ane terharu dan mungkin agan juga.
jadi kejadiannya tadi siang pas istirahat ngampus kan pas jam sholat jumat tuh nah ane seperti biasa sebelum jumatan makan dulu di belakang masjid.
seperti biasa kalo hari jumat itu kan banyak pedagang" mulai dari makanan, minuman, promo kredit motor, dan promo kartu hape. nah kalo yg promo" itu kan biasanya pake jasa spg
dan ini lah kejadian menarik yg membuat ane








Uploaded with ImageShack.us

sempet di beliin gorengan juga tuh gan
sungguh indah ane melihatnya dia cantik luar dalam

7 Tipuan Mata untuk Memperluas Taman

Anda sedang mendesain taman kecil? Anda bisa mengambil beberapa langkah untuk memperluas ruang terbuka Anda yang sebetulnya mungil.

Menyulap area kecil menjadi sebuah taman yang luas tentu bukan pekerjaan gampang. Imajinasi Anda harus bermain, seperti 7 langkah tipuan mata dan teknik desain untuk "memperluas" sebuah area kecil untuk menjadi taman rumah Anda:

- Pilih desain yang simpel tetapi tetap anggun, dan menawarkan struktur arsitektur yang kuat.

- Pertimbangkan desain yang memiliki elemen diagonal.

- Perhatikan semua detail, seperti memilih kualitas material terbaik.

- Masukkan bentuk dan jenis tanaman yang menawarkan daya tarik vertikal.

- Pilih furnitur yang terang dan lapang, serta tidak rumit.

- Nyalakan cahaya sehingga saat malam taman Anda selalu tampak bersinar sepanjang tahun.

- Batasi jumlah tanaman yang berbeda jenis. Hal ini untuk mencegah area taman terlihat "ramai" dan menyempitkan.





Kejahatan KFC TERUNGKAP!!!

Kejahatan KFC TERUNGKAP!!! dengan>>>>>>

kejahatan kfc terungkap.. karena..

bikin ayam sesudah garuk2 pantat , hehehehe...

SPG Sentul Menthul Menthul



Ladys biker minerva sentul 2010 21 Pamer ‘Puser Minerva’ di Sentul [Bag. 2]
Peluncuran Minerva Sachs Megelli 250RE dan 250RV di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, siang tadi terasa lebih menarik bagi para wartawan yang meliput. Ini karena hadirnya lady biker, lengkap dengan cewek-cewek seksi yang menemaninya. Menggunakan busana sporti yang ketat (sedikit terbuka), para wanita payung itu tak hanya aktif mengikuti lady biker. Mereka secara profesional juga bersedia melayani foto setiap jurnalis foto. Hasilnya seperti yang Anda lihat pada foto-foto dapurpacu.com ini. So, silakan menikmati keindahannya.http://www.dapurpacu.com/wp-content/uploads/2010/06/Ladys-biker_minerva_sentul_2010_9.jpghttp://www.dapurpacu.com/wp-content/uploads/2010/06/Ladys-biker_minerva_sentul_2010_8.jpghttp://www.dapurpacu.com/wp-content/uploads/2010/06/Ladys-biker_minerva_sentul_2010_5.jpghttp://www.dapurpacu.com/wp-content/uploads/2010/06/Ladys-biker_minerva_sentul_2010_4.jpghttp://www.dapurpacu.com/wp-content/uploads/2010/06/Ladys-biker_minerva_sentul_2010_3.jpg© 2010, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com

SPG Kehabisan BH

Penemuan manfaat Kutang atau penutup dada / BH sebagai Hansfree, membuat para SPG ini gag kebagian BH alias kehabisan stok BH. Harus segera dipatenkan sebelum diklaim Malaysia. He he he...



Tukarkan handsfree lama Handphone Nokia anda dengan Handsfree Bluetooth di
NOkia Center terdekat berlaku 1 Juni 05-31 Agustus 2019.
Buruuuuuuuuaaaannnn....

Persediaan terbatas !!!!!!

Cewek2 Aceh Keturunan Portugis di Lamno

















KEHADIRAN orang Portugis di daerah Aceh, ratusan tahun yang lalu, hingga sekarang masih meninggalkan bekasnya. Tepatnya di daerah Lamno, Kabupaten Aceh Jaya atau kurang lebih 81 km dari Banda Aceh ke sebelah barat. Peninggalan orang Porto (begitu panggilannya-red) di Lamno yakni gadis cantik yang bermata biru, hidung mancung, kulih putih dengan perawakan yang tinggi di atas rata-rata warga Aceh lainnya.
Gadis-gadis cantik itu bak bule tadi adalah keturunan dari pedagang Porto yang singgah di Lamno beberapa abad yang lalu. Di antara pedagang Porto ini ada yang menetap lama di Lamno dan meminang perempuan setempat. Keturunan mereka hingga sekarang masih ada, dengan ciri fisik sebagaimana orang-orang Eropa.
Budayawan Lamno M. Yunus mengemukakan orang Portugis masuk ke Lamno sekira tahun 1492. Waktu itu, di Lamno ada kerajaan kecil yang kaya dengan rempah-rempah, seperti lada dan lainnya. Di bawah Raja Pahlawan Syah (Sultan Alaidin Riayah Syah II) atau lebih dikenal dengan nama Marhum Daya, Kerajaan Lamno berhasil menjalin hubungan perdagangan dengan orang Portugis.
Kerajaan Lamno ini berpusat di Keluang atau Kuala Daya daerah pinggir pantai. Di lokasi itu juga dulu dibangun pelabuhan laut Lamno sebagai tempat berlabuh kapal laut dari luar daerah. Karena memiliki pelabuhan yang memadai dan strategis di Samudra Hindia, perdagangan antara Portugis dengan Lamno berjalan dengan baik. Sistem perdagangan waktu itu masih menggunakan barter.

Orang-orang Porto itu membawa lada dan tembakau dari Lamno.
Karena hubungan perdagangan itu, ada di antara pedagang Portugis yang tertarik dengan gadis asal Lamno. Akhirnya di antara mereka ada yang meminang gadis setempat, dan menetap tinggal di daerah Kuala Daya dan di Lamso, masih masuk ke daerah Lamno. Saat itulah secara turun-temurun lahir keturunan orang Portugis di Lamno.
Selain orang Portugis di Lamno, sebenarnya masuk juga pedagang dari Cina, India, Arab, hingga VOC sendiri. Bahkan konon ACEH adalah singkatan dari Arab, Cina, Eropa, dan Hindustan (India). Maka pada zaman itu, Aceh benar-benar merupakan sebuah daerah kosmopolitan.
Itu dibuktikan dengan ditemukannya mata uang kuno di Lamno. Yunus menunjukkan delapan mata uang kuno, yang di temukan di sekitar pelabuhan. Mata uang itu, diyakini mata uang VOC karena berlambangkan atau bertuliskan VOC, Arab (ada tulisan Arabnya), Cina (bahasa Cina), dan India.
Dengan adanya mata uang itu, kemungkinan besar pelabuhan di Lamno ini dulu sangat ramai sebagai pusat perdagangan. "Makanya, saat ini selain ada keturunan Portugis, ada juga keturunan Arab maupun India di daerah Lamno ini," papar Yunus kepada "PR". Keturunan Arab juga dimungkinkan adalah yang menyebarkan Islam di daerah ini, termasuk keturunan Portugis juga beragama Islam.
Hanya, kejayaan Lamno mulai pudar, itu terjadi saat Raja Alaidin Riayah Syah II yang merupakan putra dari Raja Inayatsyah meninggal pada 1508. Setelah raja Alaidin ini meninggal, Kerajaan Lamno masuk menjadi bagian wilayah Kerajaan Aceh Darussalam. Hal itu terjadi karena Putri Alaidin yakni putri Hur (pewaris takhta) menikah dengan Raja Sultan Halim Murayat Syah (Raja Aceh Darussalam). Sejak itu, pelabuhan Lamno menjadi sepi, karena pusat perdaganan dialihkan oleh raja baru ke Sabang dan Banda Aceh.

Para pedagang dari Portugis maupun India saat itu juga tidak lagi masuk ke Lamno. Namun, orang Portugis yang sudah berkeluarga di daerah itu menetap untuk selamanya. Mereka bekerja sebagaimana warga setempat yaitu melaut dan bertani. Karena pelabuhan sepi, lambat laun usaha lada dan tembakau mulai ditinggalkan oleh warga setempat.
Alasannya, karena untuk menjualnya menjadi sulit dan harga murah. Nama Lamno sebagai penghasil lada dan tembakau pun sekaligus sebagai pusat perdagangan internasional akhirnya meredup dari tahun ke tahun. Bahkan, kini sangat jarang sekali tanaman lada atau usaha tembakau digeluti oleh warga daerah ini. Julukan kota perdagangan untuk Lamno pun akhirnya memudar.
Julukan kota perdagangan serta penghasil rempah-rempah boleh saja pudar. Tapi, satu julukan yang akhirnya tak pernah pudar untuk daerah Lamno adalah sebagai tempat lahirnya gadis si mata biru. Karena kecantikan gadis yang tetap bersinar dari abad ke abad, akhirnya membuat daerah Lamno masih terkenal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hingga sekarang.
Menyebut nama Lamno, di Aceh sepertinya sudah identik dengan gadis keturunan Porto yang jelita.
Menurut Burhanudin (58), warga Lamno yang masih keturunan Portugis, kepada masalah kecantikan keturunan Portugis, sudah lama dikenal di Aceh. Bahkan, kalau ada perayaan Marhum Daya, banyak orang berdatangan ke Lamno. Perayaan pada hari Lebaran Iduladha itu dapat dipastikan gadis-gadis Porto yang ada di daerah Lamno kumpul. Baik yang ada di Lamno maupun di luar daerah ini. "Itu orang banyak memperhatikan kecantikan gadis-gadis Lamno yang keturunan Portugis," paparnya.

Burhanudin yang mengaku generasi kelima asal Porto, memaparkan, keluarga yang masih keturunan Portugis itu, sebagian besar tinggal di Kuala Daya dan Lamso. Diperkirakan jumlahnya kurang lebih 150 orang (sebelum tsunami). Keluarga asal darah Porto ini bekerja sebagai nelayan dan bertani sawah atau kebun, sebagaimana umumnya warga sekitar.
"Kehidupannya juga tidak jauh atau sama dengan warga sekitar. Ada yang istimewa dari keluarga keturunan Porto, seperti kami ini. Karena hanya fisik saja yang beda, lainnya mulai dari bahasa, budaya, dan pekerjaan sama saja," jelasnya.

nih aing kasih lagi asli lamno
bening:






aslinya 2 kali lebih cantik daripada fotonya


Mahasiswi Dilorotin Monyet Di Bali [hot]>>>

Ngintip Krisdayanti Di Panggung